Rabu, 16 Oktober 2013

perspektif global dan visi masyarakat


·           Perspektif Global Dengan Politik
Secara politik, negara dengan tujuan dan lembaga-lembaganya, dari vvaktu ke wakt mengalami perkembangan. Negara Republik Indonesia pada saat diproklamasikan, bar mendapat pengakuan dari negara Iain secara terbatas. Akibatnya, hubungan denga negara-negara yang ada di dunia ini juga masih terbatas. Demikian pula mengenai tujua dan lembaga-lembaga yang menyelenggarakannya juga masih terbatas.
Pada saat-saat avval, perjuangan politik menjadi prioritas. Pengakuan dan hubunga politik, menjadi perjuangan utama. Hal ini tentu saja menjadi modal utama untu mengembangkan diri lebih jauh di tengah-tengah dunia internasional.
Keberhasila Konferensi Asia Afrika, pen.bentukan dan kegiatan Negara-negara Non-Blok yan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara pclopornya, dapat meningkatka Pengakuan negara lain terhadap kedudukan Indonesia. Hal itu semua mcrupaka perjuangan politik. Kerja sama regional ASEAN dengan terbenluknya Negara-negar ASEAN ini juga merupakan tahap lain dalam perjuangan politik. Saat ini Republil Indonesia sudah diperhitungkan negara-negara lain dalam peraturan politik, termasul Negara-negara Adikuasa. Secara global, Indonesia memiliki kedudukan terhorma dalam bidang politik, khususnya sebagai negara Non-Blok. Pembangunan politik d dunia internasional pada tingkat global, telah membuahkan hasil.
Dengan berpegang pada politik luar negeri yang bebas aktif, Indonesia terjun ki b'erbagai kegiatan penyelesaian pertikaian politik seperti di Kamboja, Filipina, Bosnia Palestina Israel, dan Iain-lain. Kegiatan tersebut lebih meningkatkan kedudukai Indonesia di bidang politik, terutama politik luar negeri. Hal tersebut menjadi landasai kerja sama di bidang ekonomi. Kepercayaan negara lain termasuk negara Adikuasa d bidang politik, lebih membuka jalan kerja sama di bidang ekonomi..Bantuan ekonom menjadi terbuka. Dewasa ini, pembangunan Indonesia lebih menitikberatkan padc bidang, ekonomi.
Stabilitas dan kemajuan politik Indonesia, khususnya politik luar negeri berpengaruh terhadap kondisi politik global. Hal ini dapat kita hayati tentang dampak Konferensi Asia Afrika. Pimpinan dan pengaruh Indonesia dalam gerakan Non-Blok (GNB) terhadap kebaagkftan di Afrika dan Amerika Latin atau Negara-negara Selatan pada umumnya. Kebangkitan Negara-negara Selatan, menumbuhkan perhatian Negara-negara Utara. Negara-negara yang terakhir ini tidak lagi mengabaikan negara-negara
.           Peranan dan keberhasilan politik  negera Indonesia telah bergenia secara global, baik di Negara-negara Selatan npun di Negara-negara Utara, termasuk negara Adikuasa.
Negara Republik Indonesia sebagai warga dunia, tidak dapat melepaskan diri pengaruh perkembangan di negara lain, khususnya di negara yang telah maju, lebih r.ns lagi di negara-negara Adikuasa. Perkembangan di Uni Soviet, Republik Rakyat i.i, Jennan, Jepang, dan seterusnya, selalu ada pengaruh terhadap kehidupan politik, isusnya politik luar negeri Indonesia. Paling tidak, Indonesia harus mperhitunr;kan kecenderungan dan peluang yang akan terjadi akibat perubahan di ma lain itu.
Konsep glasnots (keterbukaan) dan perestroika (pembaruan) yang digagaskan menjadi landasan terjadinya pendekatan antarnegara Adikuasa, yaitu
i Soviet dan Amerika Serikat. Gerakan ini menjadi pokok pangkal berakhirnya perang dingin di antara negara-negara yang bersangkutan. Kenyataan itu pula membawa dampak yang luas terhadap perubahan peta politik dunia, terutama yang dialami oleh negara-negara Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Uni Soviet yang klaimnya atas status Adikuasa, yang semata-mata didasarkan atas kekuasaan militer, tanpa didukung oleh perekonomian yang kuat (Toffler, 1990: 221), diperkuat oleh pengaruh pengembangan glasnots sertaperestroika dari Gorbachev, negara Adikuasa tersebut lenyap dari peta dunia. Negara Adikuasa yang pecah menjadi negara-negara kecil yang sebagian berdiri sendiri, dan tetap menjalin federasi dengan Rusia. Sampai saat ini pergolakan di bekas
Suatu pelajaran berharga yang dapat disimak dari perubahan drastis Uni Soviet njudi negara-negara kecil yang berdiri sendiri tanpa persiapan dan kesiapan yang Bang, stabilitas, serta ketahanan negaranya belum tercipta. Kerawanan politik, miomi dan sosial sukar teratasi. Sampai saat ini, suasana kerawanan tersebut masih judi. Suasana dan kondisi psikologis yang negatif, sangat membekas pada sebagian knr masyarakat, terutama mereka yang lanjut usia. Perubahan peta politik pasca perang dingin yang dampak negatifnya masih belum ,i sampai saat ini, dialami oleh bekas negara Yugoslavia. Ketegangan antaretnis yang
Runtuhnya Tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat dengan Jerman Timur, menjadi landasan perubahan peta politik di Jerman. Jerman Timur yang semula termasuk Blok Timur atau Blok Komunis, rrieleburkan diri ke dalam federasi Jerman. Peristiwa ini juga menunjukkan kemenangan demokrasi atas komunis. Hal seperti itu juga dialami oleh Bulgaria dan Polandia.
Perubahan peta politik seperti yang dialami negara-negara Eropa Timur dan bekas Yugoslavia seperti dilukiskan tadi, membawa dampak luas pada tatanan global yang tidak hanya menyangkut bidang politik, melainkan juga bidang ekonomi, sosial, dan IPTEK. Mau tidak mau kenyataan itu berpengaruh terhadap wawasan politik Indonesia. Perspektif global dari perubahan peta politik yang digambarkan di atas, membawa dampak terhadap berbagai aspek hubungah luar negeri Indonesia.
Perubahan peta politik global sesungguhnya telah dimuiai sejak berakhirnya Perang Dunia II. Mulai saat itu banyak negara jajahan, termasuk di dalamnya Indonesia melepaskan diri dari negara penjajah. Negara-negara tersebut yang secara politik sepenuhnya diatur oleh penjajah, setelah berakhirnya PD II tersebut dituntut untuk mengatur politiknya sendiri. Setelah berakhir perang dingin perubahan peta politik itu makin menonjol.

·          Perspektif global dan visi ekonomi
            Menuruh H.W. Arndt dan Gerardo P. Sicat (1991: 3). Ilmu ekonomi adalah suatu ilmiah yang mengkaji bagaimana orang dan kelompok-kelompok masyarakat menentukan pilihan. Manusia mempunyai keinginan yang tidak terbatas. Untuk memuaskan bermacam-macam keinginan yang tidak terbatas tersebut, tersedia sumber daya yang dapat digunakan. Berbagai sumber daya ini tidak tersedia dengan bebas. Karenannya, sumber daya ini langka dan mempunyai berbagai kegunaan alternative. Pilihan penggunaan dapat terjadi antara penggunaan sekarang (hari ini) dan penggunaan hari esok (masa depan).
Berdasarkan konsep tadi pembahasan ilmu ekonomi menyangkut berbagai aspek yang meliputi:
a.       Menentukan pilihan
b.      Keinginan yang tidak terbatas
c.       Persediaan sumber daya terbatas bahkan ada yang langka
d.      Kegunaan alternative sumber daya
e.       Penggunaan hari ini dan hari esok
Dari aspek-aspek yang telah dikemukakan tadi jelas bahwa perspektif ekonomi terkait dengan waktu, hari ini dan hari esok. Sedangkan apa yang diperspektifkan terutama berkenaan dengan keinginan yang cenderung tidak terbatas, persediaan sumber daya itu terbatas bahkan langka, dan adanya penggunaan alternative sumber daya.
Perspektif ke hari esok atau masa yang akan datang, terkait luas dengan pertumbuhan penduduk, kemajuan dan penerapan IPTEK dalam proses produksi serta distribusi, kebutuhan yang cenderung tidak terbatas kuantitasnya dan akhirnya persediaan sumber daya yang terbatasi bahkan langka. Sedangkan penggunaan sumber daya alternative, sangat berkaitan dengan IPTEK dan kecenderungan kebudayaan.
Dari perspektif kependudukan pada abad 7 Juli 1986, menurut perhitungan lembaga kependudukan dunia telah terjadi peristiwa penting dengan tercapainya angka lima Miliar jumlah penduduk dunia. Selanjutnya, berdasarkan lembaga yang sama, penduduk dunia bertambah satu juta tiap empat atau lima hari. Berdasarkan perkiraan lebih lanjut, pada tahun 2000, jumlah penduduk dunia ini akan mencapai 8 Miliar (Baruey, 1977-11). Angka-angka itu menunjukkan betapa cepatnya pertumbuhan penduduk dunia. Hal tersebut menjadi landasan perhitungan pertumbuhan kebutuhan manusia. Ketidak terbatasan kebutuhan itu, tidak semata-mata didasari oleh keinginan yang tidak terbatas namun juga dilandasi oleh pertumbuhan yang mau tidak mau harus dilayani oleh persediaan dan peningkatan produksi.
Anda telah mengetahui bahwa dari sekian jenis sumber daya, khususnya sumber daya alam, ada yang dapat terbarukan (tumbuh-tumbuhan, hewan) dan yang tidak dapat terbarukan (migas, batu-bara). Sumber daya yang sifatnya tidakterbarukan akan habis sekali pakai sehingga persediaannya makin terbatas. Sedangkan di pihak lain kebutuhan terus meningkat karena pertumbuhan penduduk, dan keinginan yang cenderung tidak terbatas. Kesenjangan ini bukan bersifat local atau regional, melainkan telah menjadi masalah global. Disini di tuntut “kiat-kiat” ekonomi untuk menciptakan keseimbangan antara konsumsi di satu pihak, dan produksi di lain pihak. Salah satu kiat itu bagaimana kemajuan dan penerapan IPTEK berupaya mencari jalan keluar dari masalah tadi.
Pernyataan David Turney (1972) bahwa, dilemma besar yang pokok saat ini yaitu bahwa penduduk dunia telah sampai pada ketergantungan terhadap teknologi untuk mempertahankan dan menompang kehidupan-kehidupan secara berkelanjutan. Namun selanjutnya, penerapan praktis teknologi dan intervensinya dalam menunjang kehidupan, cepat ataupun lambat akan merusak sumber daya alam. Dalam menghadapi dilema yang demikian, kehutanan kita manusia menjadi tiga kali lipat, yaitu pertama kita harus menguasai teknologi itu, kedua menstabilkan penduduk, dan ketiga mengembangkan tatanan sosial yang mampu hidup produktif dan sejahtera secara terpadu dengan mengekosistem yang seimbang. Coba anda hayati bahwa kita tidak dapat melepaskan diri dari pemanfaatan teknologi atau luas lagi pemanfaatan IPTEK. Namun juga anda amati dan hayati lingkungan sekitar yang rusak serta terkuras oleh penerapan dan pemanfaatan IPTEK itu. Masalah ini bukan lingkungan dan perekonomian yang hanya teradi secara local di tempat anda saja, melainkan telah menjadi masalah global.
Dari kutipan yang baru kita baca, itu dapat diketahui bahwa IPTEK bukan segala-galanya. Pada akhirnya, masalah global tadi berbalik kepada kita. Bagaiman kita mampu mengembangkan peranata sosial untuk mengendalikan IPTEK tadi sesuai dengan atas keseimbangan dan kelestarian. Perubahan dan pengembangan aspek-aspek yang bersifat fisik material saja, tidak memecah masalah. Oleh karena itu wajib dikembalikan kepada manusia sendiri, terutama akhlaknya, kesenjangan, kerusakan dan masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan serta lingkungannya itu, harsus dikembalikan kepada manusia sendiri terutama kepada akhlaknya tadi.
Menurut pernyataan H.S.D. Cole (1973) kenyataan menunjukkan bahwa bukan hanya pencemaran udara oleh debu, pencemaran oleh zat kimia, pencemaran suara, pencemaran air dan tanah semata-mata, melainkan yang lebih penting adalah pencemaran moral. Hal-hal yang bertentangan dan tidak diindahkannya peraturan sebagai indicator dalam berbagai argumentasi kerusakan lingkungan yang menjadi sasar pertanyaan kemajuan ekonomi dan teknik.
Pencemaran moral dan penyimpangan-penyimpanagn dari aturan yang berlaku terhadap pengembangan serta pemanfaatan lingkunga “seolah-olah” diabaikan oleh karena itu H.S.D. Cole (1973) selanjutnya mengemukakan:
Kesinambungan renaisanse, rasionalisme, kapitalisme dan pemujaan serta penganjungan ilmu saja. Namun dewasa ini, keadaan yang demikian telah tercapai, apakah yang harus dilakukan selanjutnya? Cobalah hidupkan kembali kearifan dan kecintaan terhadap keindahan pada diri masing-masing serta disekitar kita. Hanyalah revolusi moral bukan revolusi sosial atau politik atau juga teknik, hanyalah revolusi moral yang dapat membimbng selama ini telah menghilang.
Dalam kondisi global yang penuh dengan kesenjangan, masalah dan tantangan, baik ekonomi, sosial, budaya, politik, maupun lingkungan hidup, pengembangan dan pembinaan akhlak menjadi kunci penyelamatan perspektif global ekonomi barupa  perekonomian pasar bebas, beralihnya kawasan ekonomi maju dari Atlantik ke Pasifik, dan kebangkitan ekonomi Asia Afrika, kita bangsa Indonesia tidak akan kunjung rela. Penyiapan SDM generasi muda Indonesia menghadapi abad XXI dengan arus globalnya, wajib dirintis sedini mungkin. Sikap mental wiraswasta harus menjadi ciri SDM mendatang.

·               Perspektif global dari visi politik
Definisi ilmu politik
Ilmu politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan  itu (Roger F. Soltau).

Dalam perspektif global, hubungan suatu negara dengan negara-negara lain adalah hal yang pokok.

Jenis hubungan antar negara ditinjau dari jangkauannya:
Jenis hubungan
Jangkauan
Regional
Antarbangsa atau antarnegara di suatu kawasan (tetangga), misalnya di kawasan Asia Tenggara
Internasional
Antarbangsa atau antarnegara di berbagai belahan dunia
Global
Antarsemuabangsa atau antarsemuanegara di dunia ini
               
      Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif yang menjadi landasan kerja sama di bidang ekonomi dengan negara-negara lain. Bebas, artinya bangsa Indonesia tidak memihak pada salah satu blok yang ada di dunia. Jadi, bangsa Indonesia berhak bersahabat dengan negara mana pun asal tanpa ada unsur ikatan tertentu. Bebas juga berarti bahwa bangsa Indonesia mempunyai cara sendiri dalam menanggapi masalah internasional. Aktif berarti bahwa bangsa Indonesia secara aktif ikut mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia.

Stabilitas dan kemajuan politik Indonesia, khususnya politik luar negeri, berpengaruh pada kondisi politik global, contohnya dampak Konferensi Asia Afrika (KAA – yang menghasilkan Dasasila Bandung/Bandung Declaration) dan Gerakan Non-Blok (GNB – khususnya untuk mendukung perdamaian dunia).

      Negara Republik Indonesia sebagai warga dunia, tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh perkembangan di negara-negara lain. Perkembangan di negara-negara lain selalu berpengaruh terhadap kehidupan politik, khususnya politik luar negeri Indonesia. Perubahan peta politik membawa dampak luas pada tatanan global di bidang politik, ekonomi, sosial, dan IPTEK. Perspektif global dari perubahan peta politik tersebut, membawa dampak pada berbagai aspek hubungan luar negeri Indonesia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar